banner 728x90

Komunikasi Verbal & Non-Verbal

Komunikasi verbal ( verbal communication ) adalah bentuk komunikasi yang disampaikan komunikator kepada komunikan dengan cara tertulis (written) atau lisan (oral).  Misalnya seseorang yang berbicara melalui telepon maupun langsung. Sedangkan komunikasi verbal melalui tulisan dilakukan dengan secara tidak langsung antara komunikator dengan komunikan. Proses penyampaian informasi dilakukan dengan menggunakan berupa media surat, lukisan, gambar, grafik dan lain-lain.

Komunikasi non verbal ( non verbal communicarion) komunikasi melalui bahasa isyarat, ekspresi wajah, sandi, symbol-simbol, pakaian sergam, warna dan intonasi suara. orang bisa mengambil suatu kesimpulan mengenai suatu kesimpulan tentang berbagai macam persaan orang, baik rasa senang, benci. Kaitannya dengan dunia bisnis, komunikasi non verbal bisa membantu komunikator untuk lebih memperkuat pesan yang disampaikan sekaligus memahami reaksi komunikan saat menerima pesan.

Perbedaan antara komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal, yaitu :

  1. Struktur dan derajat kepentingan.
  • Komunikasi verbal adalah komunikasi yang terstruktur memiliki aturan-aturan tata bahasa dan memberikan pesan secara jelas.
  • Komunikasi nonverbal tidak terstruktur dan tidak memiliki pola-pola yang khusus. Komunikasi nonverbal dapat ditafsirkan oleh sesuai dengan keinginan setiap orang. Walaupun begitu, komunikasi nonverbal sangatlah penting karena berperan dalam mendukung komunikasi verbal.
  1. Diskresi dan keberlangsungan.
  • Komunikasi verbal memiliki titik awal dan titik akhir.
  • Komunikasi nonverbal tidak berawal dan tidak berakhir karena berlangsung secara terus menerus tanpa adanya interupsi. Misalnya, dalam proses komunikasi interpersonal, komunikasi nonverbal akan terus terjadi pada tataran individu. Bahkan ketika kita berhenti berkomunikasi, mereka tetap menunjukkan petunjuk-petunjuk nonverbal.
  1. Peluang terjadinya kesalahpahaman.
  • Komunikasi verbal memiliki makna yang pasti sehingga dapat meminimalisir kesalahan penafsiran.
  • Komunikasi nonverbal memiliki ribuan ekspresi wajah yang dapat dibuat hanya dengan 20 otot wajah. Bersamaan dengan itu, dalam komunikasi nonverbal terdapat beberapa jenis komunikasi nonverbal yang dapat menciptakan peluang terjadinya kesalahan penafsiran.
  1. Proses neuro-fisiologis.
  • Komunikasi verbal ditafsirkan oleh otak kiri yang dapat membantu dalam melakukan analisis. Hal ini terjadi hampir setiap kali namun otak tidak mengikuti setiap waktu.
  • Komunikasi nonverbal ditafsirkan oleh otak kanan. Oleh karena itu, penafsiran yang terjadi melibatkan berbagai kegiatan ruang, gambar, dan gestalt dalam otak dan menciptakan berbagai macam respon.
  1. Durasi waktu yang dibutuhkan.
  • Komunikasi verbal berlangsung secara cepat dan efisien.
  • Komunikasi nonverbal memakan waktu yang lebih lama bila dibandingkan komunikasi verbal.
  1. Kesalahpahaman berdasarkan waktu dan situasi.
  • Komunikasi verbal memiliki umpan balik segera dan sangat minimal terjadi kesalahpahaman.
  • Komunikasi nonverbal tidak selalu terjadi umpan balik dan sangat mungkin terjadi kesalahpahaman.
  1. Presensi dan jarak.
  • Komunikasi verbal dapat digunakan dalam berbagai bentuk seperti surat, chat, telepon, dan lain-lain. Jarak tidak menjadi masalah dalam komunikasi verbal.
  • Komunikasi nonverbal tidak dapat terjadi dalam jarak yang terlalu lebar. Selain itu, partisipan komunikasi haruslah bertatap muka satu sama lain agar dapat menerima pesan-pesan nonverbal.
  1. Bukti atau dokumentasi.
  • Komunikasi verbal dapat disampaikan secara keras dan orang lain dapat menyaksikannya. Karena itu, komunikasi verbal dapat didokumentasikan dan menjadi barang bukti.
  • Komunikasi nonverbal tidak dapat didokumentasikan dan dijadikan barang bukti. Kecuali ada pihak ketiga yang menjadi saksi terjadinya komunikasi nonverbal yang dilakukan oleh para partisipan komunikasi.
  1. Penggunaan
  • Komunikasi verbal yang digunakan oleh manusia hanya sekitar 7 (tujuh) persen saja dari keseluruhan komunikasi yang dilakukan.
  • Komunikasi nonverbal sangat penting dibandingkan komunikasi verbal. Hal ini dibuktikan dengan hasil studi yang dilakukan oleh Albert Mehrabian yang menunjukkan bahwa sebanyak 93 persen dari komunikasi yang dilakukan oleh manusia adalah komunikasi nonverbal.
  1. Tujuan
  • Komunikasi verbal utamanya ditujukan untuk menginformasikan pengetahuan karena kata-kata sangatlah berpengaruh. Selain itu, komunikasi verbal dapat digunakan sebagai alat dalam komunikasi persuasi, debat publik, diskusi kelompok, dan lain-lain. Komunikasi verbal juga dapat digunakan untuk membentuk hubungan karena kata-kata dapat digunakan untuk mengekspresikan perasaan.
  • Komunikasi nonverbal dapat digunakan untuk mengekspresikan kedekatan dan emosi

 

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply